Uji in vitro untuk mengetahui kemampuan Trichoderma dalam menekan pertumbuhan bakteri patogen, bakteri yang diisolat dari kentang busuk. Peberapa tulisan sebelumnya kita pernah membahas kemampuan jamur trichoderma melawan beberapa jenis jamur patogen dan kemampuannya sebagai pemacu pertumbuhan.

Jamur patogen yang kita uji adalah Fusarium, jamur Colletotrichum, dan Cercospora. Sementara untuk pemacu pertumbuhan, kita uji pada perendaman benih padi. Jamur antagonis ini memang benar-benar multitalenta, dan masih sedikit orang yang mengetahui banyaknya kemampuan dari trichoderma ini.

Trichoderma Vs Bakteri Patogen

Bakteri yang kita ujikan adalah bakteri yang diisolat dari kentang sehat yang sebagian umbinya ada busuk didalam. Kita tidak melakukan identifikasi terhadap jenis bakterinya, karena masalah peralatan yang belum tersedia di Lab Lombok Organik untuk uji bakteri. Pengujian ini dilakukan dengan menumbuhkan biang bakteri patogen pada dua cawan petri. Cawan petri pertama ditumbuhkan bersama dengan jamur trichoderma, dan cawan petri ke-2 ditumbuhkan tanpa trichoderma sebagai kontrol.

Hasil yang didapatkan adalah, pada hari ke-5 dan seterusnya, trichoderma tidak hanya menekan pertumbuhan bakteri, akan tetapi tumbuh pada koloni bakteri tersebut. Koloni bakteri tidak terlihat lagi pada cawan petri yang ditumbuhkan bersama trichoderma. Sementara cawan petri yang tidak ditumbuhkan bersama trichoderma, koloni bakterinya memenuhi area PDA-nya. Untuk lebih jelasnya, berikut video proses pengujiannya.

Kedepannya, kita akan uji lagi dengan beberapa jenis bakteri patogen seperti, bakteri penyewab hawar daun, atau bakteri patogen lainnya yang sering kita jumapi dilahan. Jadi dari pengujian ini, bisa disimpulkan bahwa trichoderma spp. ternya efektif juga menekan pertumbuhan bakteri patogen berdasarkan uji in vitro. Semoga informasi ini bermanfaat, tetap semangat bertani secara sehat.

Kontributor : Safprada (POPT Ahli Pertama)