Kepala Balai Perlindangan Tanaman Pertanian (BPTP) NTB Baiq Rahmayati, M,Si didampingi Kepala Tata Usaha BPTP NTB Lalu Sahman, SP dan Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Hortikultira BPTP NTB Suherman, SE beserta sejumlah Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) jum’at ( 26/01) kemarin, berkesampatan mengunjungi masyarakat dan petani di Kelurahan Sasake Kecamatan Praya tengah Kabupaten Lombok Tengah dalam Kegiatan Jum’at Salam.

Aacara yang digelar di Kantor Kelurahan Sasake tersebut selain dihadiri oleh tim dari BPTP NTB, hadir pula Kepala Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (BAPELTANBUN) NTB H. Hendro, SP, M.Si. Koordinator POPT Kecamatan Praya Tengah, PPL Kelurahan Sasake, Kepala UPT Kecamatan Praya Tengah Pak Lurah Sasake dan puluhan masyarakat dan kelompok petani setempat.

Kegiatan yang di canangkan oleh PJ Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Gita Aryadi ini dilakukan setiap hari jum’at oleh Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat.  Tujuannya adalah mempermudah akses semua masyarakat dan petani di pulau lombok untuk menyalurkan aspirasi dan keluh kesahnya kepada pemerintah propinsi melalui Organisasi Pengrangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam penyampaiannya, Kepala BPTP NTB mejelaskan, bahwa selama Pak Lalu Gita Aryadi menjabat sebagai PJ Gubernur NTB, banyak program yang dilakukan untuk mempermudah dan mendekatkan masyarakat dengan pemerintah, salah satunya adala program jum’at salam.

“kegiatan jum’at salam ini dilakukan setiap hari jum’at, dan dilakukan oleh semua kepala Dinas dan Jajarannya untuk menjaring aspirasi atau persoalan dan dicarikan solusi” jelasnya

Lebih lanjut Kepala BPTP NTB menjelaskan beberapa program yang menjadi tugas BPTP antara lain mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman, Gerakan Pengendalaian (Gerdal), Gerakan Penanganan (Gernal) dan masih banyak lagi.

“kami ada program yang mungkin bisa di sinergikan dengan kebutuhan petani saat ini, mungkin beberapa program tersebut bisa diarahkan ke petani di kelurahan Sasake” demikain jelas kepala BPTP NTB

Selain mendengarkan penyampaian dari kepal BPTP, Dalam pertemuan tersebut, banyak petani yang menyampaikan keluhannya mulai dari ketersediaan air irigasi yang sangat terbatas bahkan hampir tidak ada untuk lahan pertanian mereka sampai serangan tikus yang membabi buta pada lahan pertanian mereka yang menyebabkan mereka gagal panen.

Muhtasip salah satu ketua kelompok tani mengeluhkan sulitnya mengairi lahan mereka karena keterbatasan ketersediaan air, sementara jaringan irigasi yang ada tidak mampu mengatasi kebutuhan air merka karean posisi lahan mereka lebih tinggi dari jaringan irigasi yang ada, jadi untuk mengairi lahan mereka betul betul hanya mengharapkan air hujan, namun jika tidak ada hujan mereka akan gagal tanam. Dalam kesempatan tersebut. Muhtasip berharap ada solusi yang tawarkan pemerintah propinsi untuk mengatasi persoalan yang mereka hadapi saat ini.

“kami berharap, kami bisa dibantu dengan membuatkan kami kolam kecil untuk menampung air hujan, atau bantuan sumur bor dan pompa air, sehingga kami bisa bercocok tanam seperti petani lainya” harapnya

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu, mendapatkan beberapa keinginan yang menjadi harapan masyarakat dan petani setempat, antara lain, 1). petani tersebut ingin dibuatkan jaringan irigasi sehingga mereka yang bisa melakukan kegiatan bercocok tanam yang semuala satu kali menjadi dua atau  tiga kali. 2). Meminta dibuatkan sumur bor dan 3). Meminta dibuatkan Jalan Usaha Tani.

Dari beberapa keinginan petanin tersebut, Kepala BPTP NTB langsung merespon dengan menjelaskan beberapa program yang bisa di arahkan langsung ke kelompok tani Kelurahan Sasake antara lain Gerakan Pengendalian (Gernang) Dampak Perubahan Iklim (DPI) dengan memberikan bantuan pembuatan sumur bor dangkal inklut dengan Mein Pompa Air.

keluhan petani terkait serangan hama tikus, juga direspon langsung oleh Kepala BPTP, dia menjelaskan bahwa akan ada program Pembangunan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) yang bisa membantu petani untuk menanggulangi dan mengurangi serangan hama tukus.

“Kapi ada program Gernang DPI, nanti coba kami konsultasikan dengan tim kami di kantor, jika memungkinkan, bisa kami arahkan ke kelompok tani di desa Sasake yang kekurang air, juga terkait hama tikus, mungkin bisa di usahakan untuk membuatan Rumah Burung Hantu (RUBUHA)” pungkasnya.

JUNAIDIN – POPT Terampil