Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Bapak Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, M.M. menghadiri acara silaturrahim keluarga besar Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (BPTP). Acara ini dipandu oleh Kepala Balai BPTP Ibu Ir. Baiq Rahmayati, M.Si. yang sekaligus memberikan gambaran umum tujuan kegiatan ini. Dalam arahannya, bahwa acara yang dilaksanakan tersebut merupakan acara silaturahmi sekaligus syukuran bagi rekan-rekan THL-POPT yang pada awal tahun 2021 telah diangkat menjadi PPPK. Rekan-rekan POPT harus mendapatkan perhatian khusus, dikarenakan mereka merupakan ujung tombak dalam pengamanan pangan. Sehingga, perlu upaya dan semangat tinggi dalam melakasanakan tugas di lapangan. Sehingga acara ini diharapkan menjadi moment strategis untuk POPT.

Selanjutnya sambutan Pak Direktur. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat kepada rekan-rekan THL yang sudah diangkat menjadi PPPK. “POPT merupakan garda terdepan dalam menjalankan tugas pengamanan pangan. Biasanya saat panen menurun akibat serangan OPT, POPT yang disalahkan. Tapi saat panen melimpah, tidak ada satupun yang mencari POPT”, ungkap Pak Direktur. NTB sendiri merupakan daerah sentral jika dilihat dari skala nasional untuk tanaman pangan Serealia. Tanaman padi masuk dalam 10 besar, sedangkan jagung masuk dalam 5 besar. Ini tidak menutup kemungkinan potensi serangan OPT sangat besar, sehingga peran POPT harus dimaksimalkan dalam mendukung semua kegiatan yang dilakukan oleh BPTP terkait upaya pengamanan pangan.

Pak Direktur juga mengingatkan kembali akan pentingnya menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). “Program PHT harus dikembalikan. Kita manfaatkan laboraturium yang ada sebagai sarana pengembangan Agen Pengendali Hayati (APH)”. Selain itu, Pak Direktur juga menekankan perlunya peningkatan kapasitas SDM bagi seluruh petugas POPT.

Dalam acara silaturrahim ini, dibuka juga diskusi bersama seluruh petugas POPT. Petugas POPT diberikan kesempatan untuk menyampaikan apa saja yang telah dilakukan di lapangan sekaligus kendala yang dihadapi.

“Kami berterimakasih kepada Pak Direktur karena bisa hadir dalam acara silaturrahim, sekaligus syukuran dalam pengangkatan kami sebagai PPPK”, ungkap Kodri POPT wilayah kerja Lombok Timur. “Petugas POPT, selain harus mahir dalam menghadapi tantangan di lapangan, juga harus dilengkapi dengan peralatan seperti alat pendukung pendeteksi pH tanah dan alat uji sederhana ketersediaan unsur hara. Alat ini sangat penting bagi kami, terutama dalam memberikan informasi terkait pengendalian. Karena tumbuh kembangnya OPT memiliki keterkaitan erat dengan kondisi kimia dan biologi tanah”, ungkap Toni, petugas POPT wilayah Kerja Lombok Tengah.

Hadir juga dalam acara tersebut, PLH Kadis Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Bapak Ir. Ridwan Syah, M.T. yang sekaligus menjabat sebagai asisten II. Dalam acara diskusi ini, beliau menyambut baik acara ini dan siap mendukung dan bersinergi dengan pusat dalam memenuhi sarana kerja POPT yang dibutuhkan.

Pada akhir acara, pak Direktur beserta pak Kadis Me-Launching website BPTP. Beliau mengapresiasi terobosan media informasi yang dibangun oleh BPTP. Mengingat akan pentingnya media dan sarana informasi, BPTP tidak berlepas diri dalam menyajikan suguhan informasi penting yang cepat dan update terkait upaya pengendalian OPT. Media ini sangat berguna dalam menyebarluaskan informasi yang akurat yang dibutuhkan oleh semua pihak. Petani, saat ini sudah mulai melek informasi. Ditambah lagi, petani milenial sudah mulai bermunculan. Oleh karena itu, sarana yang bisa diakses dengan sangat mudah semacam website menjadi sangat penting. Safprada sebagai penanggungjawab website tersebut mengatakan, “informasi yang akan dipublikasikan berkaitan erat dengan perlindungan tanaman, dan mulai detik ini sudah bisa diakses oleh semua kalangan”.